Covid19 Dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Yang Sedang Terjadi

covid19

Covid19 Secara umum, dampak apa yang tiga hal besar diatas memberikan dampak apa pada perekonomian nasional dan lokal. Dalam sudut pandang mikro (business), VUCA atau masalah-masalah ini adalah hal baru bagi mereka. Maka yang dihadapi, Perekonomian dunia terus mengalami tantangan-tantangan baru:

  • Hadirnya revolusi industri 4.0 yang mencemaskan industri-industri bergaya lama.
  • Perang dingin AS dan Tiongkok.
  • Serangan virus Covid-19.

Setidaknya ketiga hal ini menjadi sebuah era baru VUCA, dimana ekonomi dunia dihadapkan pada posisi yang volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity. Artinya, kita harus mengakui kegamangan atas strategi apa yang harus dilakukan menghadapi tantangan-tantangan baru kedepannya antara lain.

  • Bisnis mengalami tantangan yang baru.
  • Menghadapi konsumen yang baru dengan preferensi konsumen yang baru dan lebih kompleks.
  • Bisnis mengalami tantangan menggunakan inovasi digital.
  • Menghadapi kompetitor yang baru.
  • Mengalami keterbatasan dalam melakukan inovasi.
  • Mengalami kesulitan dalam merubahan kebiasaan lama

Bagi bisnis, mereka akan melakukan beberapa hal dalam jangka pendek:

  • Melakukan evaluasi terhadap bisnis proses (model) sehingga akan mengubah haluan strategi bisnis dalam jangka pendek, menengah.
  • Melakukan efisiensi dengan melakukan pengurangan jumlah karyawan.
  • Menjadwal kembali hutang-hutang mereka.

Dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut, khususnya pengaruh pandemic Covid19 maka ada beberapa hal yang harus diantisipasi. Namun, akan diuraikan dulu landscape ekonomi yang berubah akibat pandemi Covid19:

Depresiasi Rupiah

  • Penurunan produksi di Tiongkok (akibat lockdown) mengurangi supply dunia, sehingga kurva AS (Aggregate Supply) akan tergeser kekiri mengurangi jumlah output dan menaikkan harga. Hal ini tentu akan mendorong depresiasi rupiah, krn Indonesia adalah Net Importer.
  • Penurunan kinerja perusahaan domestik (akibat pandemic Covid-19) akan mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Indonesia dalam jangka pendek (pasar saham). Hal ini tentu saja akan mendorong capital outflow sehingga terus mendepresiasi rupiah.
  • Masa depan ekonomi Indonesia yang belum jelas tentu saja mengurangi minat investor untuk berinvestasi di seluruh jenis instrumen keuangan (surat hutang), hal ini tentu saja akan berdampak pada melemahnya rupiah.

Preferensi Konsumen Yang Shock Akibat Pandemic Covid19

  • Mereka akan prefer dan mengutamakan kebutuhan primer, dibandingkan sekunder maupun tersier bahkan menunda leisure mereka karena ancaman pandemi dan efek campaign pemerintah.
  • Konsumen akan cenderung mengkonsumsi barang-barang sehat yang diyakini mampu meningkatkan imunitas mereka. Rempah-rempah (organik) Makanan dan minuman kesehatan Mengurangi Rokok

Biaya telekomunikasi akan meningkat tajam seiring dengan semakin ingin tahunya masyarakat atas informasi-informasi dan perkembangan baru. Masyarakat akan mengurangi keinginan mereka untuk bepergian (penurunan yang tajam biaya transportasi)

Kemudian apa yang dilakukan oleh Pemerintah lokal untuk mengantisipasi dampak ekonomi secara luas? Sebelum membahas ini, perlu menjadi perhatian bersama. Dalam ilmu ekonomi kita selalu belajar tentang Trade-off, yaitu dua pilihan ekstrem antara lockdown (kesehatan masyarakat membaik) dan Ekonomi (kesehatan masyarakat memburuk).

Dalam hal ini, lockdown adalah menghentikan keseluruhan aktivitas ekonomi masyarakat, dan pilihan ekonomi adalah tidak adanya pembatasan social distancing dll. Tentu pilihan ekstrem ini tidak dilakukan di Indonesia. Namun, pendulum pilihan ada diantara atau memihak yang mana.

Strategi Yang Perlu Dilakukan

  • Strategi solidaritas ekonomi lokal.
  • Realokasi anggaran untuk kebutuhan mendesak dan strategis.
  • Kebijakan Targeted saja pada yang paling terdampak atau yang paling memberikan value paling tinggi untuk mengurangi resiko Convid19.
  • Jaga supply dan stok kebutuhan pokok (dasar) tersedia dan harganya terjangkau.
  • Jaga ekspektasi masyarakat agar tidak panik.
  • Insentif kebijakan untuk mendukung ekonomi lokal.

Namun, sebelum lebih detail. Siapa Pahlawan di Era Covid19? Inilah person-person yang punya andil besar dan positif di Era Convid19.

  • Paramedis (dokter, suster dan pegawai rumah sakit). Bagaimana memberikan insentif bagi mereka untuk terus semangat bekerja, menjaga kesehatan dll.
  • Bagaimana memberikan insentif bagi mereka untuk terus semangat bekerja, menerima subsidi pupuk dan efisiensi biaya input, menjaga kesehatan dll.
  • Driver OJOL. Bagaimana memberikan insentif bagi mereka untuk terus semangat bekerja, menjaga kesehatan dll.
  • Satpol PP. Bagaimana memberikan insentif bagi mereka untuk terus semangat bekerja, menjaga kesehatan dll.

Kemudian, siapa yang paling beresiko terhadap convid19 selain 4 orang diatas, adalah Manula atau orang tua yang juga memiliki penyakit bawaan yang dapat semakin buruk kesehatannya ketika terjangkit Covid19. Oleh karena itu, perlu jg targeted actions untuk menyelamatkan mereka.

Strategi Solidaritas Ekonomi Lokal

  • Hal paling simple yang bisa dilakukan di era Covid19 dan recovery adalah mengembalikan kembali kejayaan ekonomi lokal (UMKM)
  • Bisa melakukan gerakan support produk-produk lokal, membatasi impor untuk menjaga cadangan devisa dan rupiah.
  • Kembali mendukung sektor pertanian dimana sektor ini menjadi primadona di era self-quarantine, dimana orang akan bertahan untuk sehat dan bertahan untuk tetap makan.
  • Mendorong industri-industri baru maupun lama untuk terus berproduksi menciptakan inovasi produk (hilirisasi) sektor-sektor pertanian, perkebunan (primer) yang memang saat ini urgent dibutuhkan masyarakat.
  • Kita dorong juga seluruh upaya dan inovasi di sektor makanan kesehatan, agar masyarakat lebih mengenal apa yang seharusnya mereka makan? Mengapa makanan organik lebih baik dll.
  • Dorong bisnis-bisnis lokal yang memproduksi Jamu. Kembangkan Jamu-jamu tradisional dengan pendekatan klinis, berkolaborasi dengan Perguruan tinggi.

Realokasi anggaran untuk kebutuhan mendesak dan strategis Seluruh OPD adalah Satgas Covid19. Namun gerak mereka harus terpadu, terencana dan terukur.

  • OPD Perindustrian, Perdagangan dan UMKM mengawal pasar-pasar tradisional mendapatkan pengawalan khusus, kaitannya dengan keamanan, kesehatan, ketersediaan stock dan insentif untuk menggiatkan pasar tradisional.
  • OPD Pemberdayaan masyarakat mendorong UMKM yang dapat mencegah penyebaran Covid19 Pembuatan Masker, Bilik semprot desinfektan dan hal-hal inovatif lainnya untuk mendukung upaya-upaya pemerintah mengurangi penyebaran Covid19.
  • Kesehatan terus mengembangkan data real-time tentang PDP, ODP, Suspect dll yang terhubung dengan Call Center atau Satgas Covid19. Untuk menghindari penumpukan pasien di RS, serta untuk mengedukasi ciri-ciri symptoms Covid di masyarakat.

Penyiapan Gugus di level kelurahan sebagai bagian mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah kabupaten/Kota.

  • Menutup dan memberhentikan keramaian.
  • Mengedukasi masyarakat ttg social distancing, hoax, tidak panic buying dll.